“Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali”

November 6, 2009 at 3:40 am (Uncategorized)

“Saya liat blogmu kemarin, itu bisa jeko menulis” ujar kakak cantik saat bertemu di pasar-tempat tongkrongan manusiamanusia aneh- kemarin.
Perkataannya kemudian mengingatkanku pada media yang selama ini cukup lama kutinggalkan. Merasa tidak berbakat dibidang itu, akhirnya aku memutuskan untuk tidak melanjutkannya.
Hari ini (6/11) aku menjenguknya lagi. Hahahaha, sedikit tidak menyangka bahwa aku bisa menulis hal seperti itu. Mengingat sugestiku bahwa aku tidak berbakat dibidang itu.
Yang paling aku sadari bahwa banyaknya bahasa yang kadang hanya aku dan beberapa orang saja mengerti. Seperti, aku mempunyai bahasa sendiri. Bagus? Tergantung dari mana melihatnya. Bagus ketika itu dilihat sebagai sebuah karakteristik yang dimiliki oleh seseorang. Namun jadi sangat tidak bagus jika berkelanjutan pada pekerjaan yang menuntut pemahaman orang banyak pada pesan yang ingin kita sampaikan.
Hmmm, saat semua orang telah mennentukan gaya menulisnya, atau saat puluhan tulisan telah mereka hasilkan dengan media-media pribadi mereka, aku masih saja duduk merenung dan mencari jati diri.
Jangan dicontoh! Walaupun tetap ada apology “lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali”

4 Comments

  1. kakak cantik said,

    oh..iya dong ade’ cantik kita harus rajin- rajin menulis…nda pa2 terlambat..cocokmi itu peribahasamu lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali..biar kita bisa terus bergaul di dunia tulisan..semangadddd….

    • bahagiaslalu said,

      betul…harus rajin-rajin menulis dan membaca!

  2. kakak cantik said,

    tambah ade’ cantik..lebih baik turun tangga pi makan baksonya sola daripada kelaparan dan mau jungkir balik di lantai emapt..gmana???

    • bahagiaslalu said,

      hehhehehee…..
      betul..maunya guling2 tapi kasihan kita blaaa…

Post a Comment