MENULIS -LAGI-

November 6, 2009 at 3:24 am (daily life)

Mulai menulis…

Ayo kita mulai menulis..LAGI!
Semuanya berawal ketika motorollaku –yang telah RIP-berdering menandakan sms masuk. Ada sebaris nomor yang kuketahui asalnya. Lebih tepatnya mungkin karena nomor tersebut tidak tercatat di ‘phone book’ku.
“Bilkis, sudah magang dek?”Tanya kakak cantik itu Mengingat dirinya yang telah mendahului kami –sarjana-, dan bekerja di suatu instansi, maka langsung saja kujawab “Belum kak, kenapa?mauki tawariK’ magang?”
Yup, kenyataan bahwa sampai saat ini diriku belum berhasil tersentak oleh keinginan untuk magang, maka kuputuskan u=untuk tidak magang dulu.
Tawaran ini datang disaat yang tepat –harapku- bahwa disaat semua teman-teman bergelut dengan perusahaan tempat mereka magang, atau sibuk mengurusi rumah kecil kami tercinta, aku masih saja bingung dengan arah hidupku sekarang. Banyak rencana namun bingung mencapainya.
Lanjut ke tawaran itu lagi, akhirnya kuiyakan sebagai sarana belajar sambil mengisi waktu luangku. Daripada duduk tanpa pengalaman, pikirku..
Kakak cantik itupun mengatakan bahwa ini memang murni proses belajar. Bahwa semuanya dimulai dari nawaitu yang tulus untuk mencari pengalaman.
Setelah menunggu lama (bahkan hamper kulupakan karena kupikir aku tak jadi direkrut), sms kakak cantik itu muncul lagi dan mengajakku untuk rapat redaksi di kantor tempatnya bekerja esok hari.
Gedung kokoh itu mennyambutku. Berjalalan sedikit terburu-buru (karena tidak ingin memberikan kesan pertama yang tidak bagus)aku menuju lantai 4 gedung dengan menggunakan lift.
Singkat kata, akhirnya aku bergabung dalam perusahaan itu, mencari pengalaman tentu saja.
Yang menarik bahwa menulis bukanlah satu dunia yang aku geluti. Berbeda dengan ketiga kakak-kakak cantik ini yang membuat menulis menjadi bagian hidupnya. Akhirnya aku betul-betul harus tertatih-tatih untuk memulai menulis demi komitmen yang telah kusepakati.
Menyadari bahwa inilah garis hidup yang IA berikan padaku, aku harus bisa melaluinya. Untuk sesuatu yang ‘kuBUTUHkan’ bukan sekedar ‘kuINGINkan’.

Permalink Leave a Comment

Ramadhan dan petasan

September 3, 2008 at 9:33 am (daily life)

Hari ini, konon katanya adalah hari tarwih pertama dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1428 H. Walaupun sempat ada diskusi kapan tepatnya hari puasa pertama, sepertinya tidak mengurangi antusiasme masyarakat dalam melaksanakan ibadahnya.
Mulai hari ini pula, selama sebulan kedepan mesjid-mesjid di seluruh Indonesia akan dipenuhi para penganut agama Islam untuk melaksanakan shalat Tarwih. Salah satu shalat Sunnah yang hanya dapat dilaksanakan pada bulan puasa saja.
Mirisnya, mesjid ini hanya dipenuhi diawal bulan saja, pada akhir bulan keramaian itu akan berpindah ke seluruh pusat perbelanjaan untuk berlomba-lomba mencari pakaian yang terbaik untuk hari kemenangan.
Tak hanya orang dewasa yang sibuk bertarwih ria. Anak-anak pun tak ingin ketinggalan.
Jika di pedesaan, masyarakatnya akan berkeliling desa memanggil yang lainnya shalat, lain halnya dengan masyarakat kota. Biasanya disela shalat Isya dan Tarwih, para gadis akan berhambur keluar mesjid dan berbelanja untuk bekal mereka mendengar ceramah, Lelakinya, duduk diluar sembari menggoda para gadis itu. Atau,bermain petasan.
Permainan petasannya tak hanya berhenti sampai disitu, permainan itu akan semakin heboh pada saat pelaksanaan shalat Tarwih selesai. Walapun disunnahkan untuk melanjutkan shalat Tarwih dengan shalat Witir, masyarakat biasanya menghentikan ibadahnyanya sampai shalat Tarwih saja. Ketika para jemaah pulang inilah, kaum adam muda ini, dengan suka cita akan bermain petasaan hingga ke sisi jalan. Tak peduli dengan gangguan yang dirasakan pejalan kaki ketika berpapasan dengan petasan mereka atau kendaraan yang berlalu lalang.
Hal ini, jelaslah sangat menggangu, tetapi sadarkah kita bahwa terkadang hal itulah yang menjadi ciri khas masyarakat perkotaan dalam menyambut bulan penuh berkah ini??
Semua orang mempunyai caranya sendiri dalam menyambut bulan suci ini. Dengan sejuta harapan semoga dapat menjalankan ibadah dengan baik dan mendapat berkah dariNya.

Permalink Leave a Comment

magang, es kelapa muda dan sunset losari

August 11, 2008 at 9:38 am (daily life)

Hari ini dmulai saat DIA membangunkanku seperti yang telah kukatakan padanya semalam.

“Kasih bangunK’ jam 6 nah..”

Dengan senang hati ku mengambil Hpku yang sedari tadi melantunkan instrument yang hanya akan berbunyi ketika DIA menelponku…

“Bangunmi. Shalat Subuh trus siap-siap ke kampus. Ada kuliah pagi to???”

“Masih ngantuk adenya…”

“Bangunmi nah…”

Ternyata rengekan bahwa diriku amsih sangat ingin terlelap dalammimpi tak digubrisnya.

Aku tahu bahwa ia baru saja menyelesaikan tugasnya sebagai teknisi lapangan oagi ini.

Ya karena hari ini DIA mendapat jatah shift malam.

Pendek kata,

apa yang ia lakukan, ternyata dampaknya hanya sesaat karena yang selanjutnya terjadi, aku lebih memilih merapatkan selimutku dan melanjutkan tidurku.

Instrument itu berdering lagi.

Pukul 06.42

“Baru bangun??”

“Bangunmi itu cepat…Maumi jam 7.”

Mengingat bahwa ku belum melaksanakan tugas mid mata kuliah Dasjurku,

Akhirnya ku berhasil mengalahkan kemalasanku untuk mengawali hariku.

Paling tidak, kumengawali hariku dengar mendengarkan suaranya,(Hallah..)

Dengan secepat kilat dan dengan menyerobot antrian sang ibunda untuk mandi lebih dahulu, kuberhasil berangkat ke kampus pukul 07.43

Hahahahahaha..

Tingkat kemalasanku semakin parah sepertinya.

3 hari berada di rumah dan tidak mengerjakan pekerjaan yang berarti, membuatku semakin malas bergerak.

Tidak ada yang cukup istimewa selama perjalananku selalin berusaha menghapal materi untuk mid nanti.

Sesampainya di pertigaan tempat tugu selamat datang Unhas berdiri tegak, kulangkahkan kakiku menyusuri jalan-jalan menuju jurusanku.

Kulihat sekeliling, sepertinya Unhas semakin berbenah diri saja.Buktinya, di sepanjang lahan kosong depan parkiran mobil rektorat telah dibuat semacam taman-taman.

Jalan-jalanpun telah bersih, para pekerja yang entah jam berapa memulai tugasnya, telah mengumpulkan sampah dedaunan kering di suatu titik untuk kemudian diangkut menggunakan mobol-mobil ‘Fukuda’2 mereka.

Sesampai didepan jurusan, kurasakan bahwa kampus semakin sunyi saja, apalagi koridor. Senior senior sedang sibuk dengan skripsi dan proposal mereka. Atau anak 2005 yang sedang gencar-gencarnya mengurus berkas untuk Kkn Antara. Tak terasa, mereka semakin cepat keluar dari kampus.

Apa kampus ini mulai membuat mereka tak betah yaaa????

Bagaimana dengan aku????

Setelah menginjakkan kaki di FIS 4 tempat jurusanku bermukim, suasana itu semakin terasa. Ternyata beberapa temanku sedang ada dalam korps.

Pagi-pagi begini kulihat Opan, Debra, dan Indra sudah bermukim didalamnya. Mereka sedang mengamati Opan yang sedang sibuk-sibuknya mengerjakan websitenya. Salah satu tugas final mata kuliah Teknologi Komunikasi.

Tak berapa lama, datang Mba dengan rapi dan semangat mengatakan bahwa dirinya sudah siap untuk ke Gedung Bank Mega tempat Trans TV Biro Makassar bermukim. Hari ini ia akan memasukkan berkasnya. Ada perasaan gelisah melihatnya. Ia begitu semangat mengurus semuanya. Bahkan sempat bersitegang dengan Ikan yang juga ingin memasukkan berkas magangnya. Ia marah karena melihat kesan Ikan setengah-setengah mengurus semuanya. Maksud Mba sendiri sebenarnya baik, ia mengatakan bahwa ini masalah namanya yang ia pertanggungjawabkan.

Penasaran, aku kemudian bertanya padanya mengenai awal dirinya memutuskan untuk magang di Trans TV. Ada perasaan ingin mengurus juga, tetapi aku harus konsisten dengan apa yang sedang kujalani.

Lagian, ‘kubelum siap’ pikirku. Banyak hal yang harus kusiapka sebelum benar-benar terjun ke lapangan seperti mereka. Ternyata bukan hanya mereka berdua. Ternyata sudah lumayan banyak teman-temanku yang lincah dengan mengambil progam magang liburan ini.Di jurusanku memang ada mata kuliah Intership itu. Tetapi, dalam silabus, ia ada disemester 8 sederet dengan KKN, dan Skripsi.

Setelah menimbang-nimbang akhirnya kuputuskan untuk tidak melibatkan diri untuk magang seperti mereka tahun ini. Mungkin 2 tahu lagi baru dapat kulakukan, disaat merek amungkin sedang mendapatkan gejala kram otak karena mengerjakan skripsi.

Terlambat lagi,

Saat sampai di pasar, keinginan untuk magang itu kembali merasuki sanubariku. Kak ancu 02 mengajakku untuk magang setelah diberitahu Debra bahwa 2 teman kami ingin magang di TV One biro Makassar tempatnya menjadi pewarta berita saat ini.

“Punya kamera lebih bagus lagi”

Setelah memperjelas,akhirnya kuketahui bahwa yang ia maksud adalah Handycame.

Aku kan punya handy dirumah. Jarang dipakai malah.

Tetapi, kuingat lagi apa yang harus aku selesaikan saat ini dan pertimbangan bahwa akan ada yang menungguku 2 minggu nanti, kupilih untuk tidak tergoda dengan tawaran itu.

Selain permalasahan magang itu, yang membuatku heboh di pasar tadi adalah kedatangan seorang pria yang wajahnya tak cukup asing yang berjalan beriringan dengan seorang senior.

“itu kan…..” kata Mba Siska padaku.

“Oh….. itu orangnya” kataku.

Seketika juga, kuteringat DIA.

Uh, masih lama DIA akan pulang kesini.

Tetapi pasti akan menyenangkan saat dirinya pulang nanti, hiburku.

Waktu terus berjalan dan tak terasa matahari telah sedemikian teriknya sehingga dapat membuatku begitu malas untuk beranjak dari tempatmu. Kantuk mulai merasuki kami, apalagi setelah makan Karbohidrat yang cukup banyak akhirnya berhasil membuat Debra memutuskan untuk pulang kerumah dan tidak mengikuti ajakanku untuk menjenguk Ain yang (katanya) sakit tipes.

Kuputuskan untuk menjengungnya setelah menerima keputusan dari AsDosku bahwa ia tak dapat memberikan waktunya untukku ujian Mid semester hari ini.

Dengan beberapa kali perubahan teman pulang, akhirnya pulangnya hanya berdua dengan Noe setelah berhasil membunuh kemalasanku untuk menghadapNya sebelum pulang.

Dengan menumpangi angkutan trayek 05 jurusan Cendrawasih, aku dan Noe mulai sibuk dengan segala celoteh tentang berbagai hal, mulai dari kuliah hingga kesedihan widyawati yang ditinggal pergi suaminya.

Sayang, kebersamaan kami tak berlangsung lama karena diseperempat perjalanan, Noe sudah turun karena ingin menjenguk sepupunya.

Sepeninggalannya di angkutan, kumulai membuka tas pemberian seorang senior untuk mengambil novel Laskar Pelangi yang belum juga ku tuntaskan, tetapi godaan untuk smsan dengan DIA jauh lebih menggiurkan buatku. Akhirnya sepanjang perjalanan Perintis-Cendrawasih kuhabiskan dengan smsan dengannya.

Panas matahari masih saja terik padahal jam tanganku telah menunjukkan pukul 15.30 WITA.

Kulangkahkan kakiku menyusuri jalan Haji Bau untuk menjenguk Ain, sesampai di rumahnya ternyata ia justru tak tampak sakit, malah sedang asyiknya menonton Badai Pasti Berlalu di DVDnya. Dengan pertimbangan banyak hal akhirnya, dengan dalih sedang sakit, ia dengan suka relanya mendaulatku memboncengnya menuju video Ezy untuk menyewa kaset menggunakan sepedanya. Hasilnya setelah itu kami memperpanjang rute kami sampai makan es kelapa di pantai sambil membahas banyak hal sambil menikmati sunset Losari. Setelah hari mulai gelap, akhirnya kumengantarnya pulang dan meminjam 2 judul film yang disewanya tadi.

Dengan kaki yang kelelahan karena menggayuh sepeda dengan rute cukup jauh, akhirnya kumemilih untuk langsung pulang saja.

Hari yang cukup melelahkan pikirku, tetapi paling tidak aku menikmati sunset sambil minum es kelapa muda kesukaanku bersama Ain sambil membicarakan aku dan kaum Pisces lainnya.

Haahahahahahha,
Besok????

Rapat di BTP lagi….

Semangat….

warnet Rajwali II bilik 5
19 Mei 2008
20.23 WITA

Permalink Leave a Comment

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.